Rabu, 14 Desember 2011

Resensi Film - Inside Job

Tanggal 15 September 2008, Lehman Brothers, salah satu investment bank terbesar di US dan dunia mengumumkan kebangkrutan. Tidak lama kemudian diikuti oleh Merrill Lynch yang juga sebagai salah satu investment bank terbesar dijual ke pihak lain serta AIG, salah stu perusahaan securitized insurance juga pailit. Hal ini membuat kepanikan kepanikan pasar dan menyebabkan krisis global di akhir tahun 2008. Harga-harga saham menurun drastis, tingkat pengangguran meningkat, hutang meningkat dan akhirnya banyak masyarakat yang mengalami kemiskinan.

Film ini mengisahkan bagaimana krisis global tahun 2008 terjadi dalam lima bagian, yaitu:

1.    How We Got There  

Setelah terjadi masa depresi pada tahun 1930, pemerintah Amerika memperketat peraturan di industri keuangan khususnya larangan bagi perbankan untuk melakukan kegiatan spekulasi yang high risk dari uang nasabahnya. Namun seiring dengan berkembang pesatnya industri keuangan di tahun 1980an, terjadi beberapa modifikasi peraturan keuangan yang salah satunya mulai membolehkan kegiatan yang bersifat high risk dan pada akhir era 1980 an mulai banyak institusi keuangan yang hancur.  

Tahun 1990 an banyak perusahaan keuangan yang melakukan konsolidasi sehingga menjadi besar. Dengan adanya perusahaan keuangan raksasa, secara nature industrinya, jika terjadi kesulitan ekonomi, perusahaan keuangan akan sulit untuk ditutup karena berdampak sistemik pada seluruh sektor industri lainnya. Disisi lain, perusahaan raksasa memang akan menghasilkan return yang besar pula. Salah satu contoh merger yaitu Citigroup yang merupakan gabungan antara Citicorp dengan Travelers.

Akhir era 1990 an, terjadi lagi krisis yang disebabkan penurunan saham-saham perusahaan internet dimana investment banks juga memiliki portfolio disana. Akhirnya pada tahun 2002, 8 investment bank membayar kerugian sebesar USD 1,4 triliun dan berjanji untuk memperbaiki perilaku bisnisnya.

Namun yang menjadi penyebab utama dari krisis global tahun 2008 adalah transaksi derivatif yang sangat banyak di Amerika yang mencapai USD 50 triliun. Derivatif mulai berkembang di akhir tahun 1990 dan memiliki resiko yang tinggi serta membuat pasar menjadi tidak stabil. Mengingat transaksi ini sangat banyak dan beresiko, maka diusulkan untuk dibuat aturan khusus. Namun mengingat transaksi ini juga meraup keuntungan yang sangat besar dan banyak kepentingan terlibat didalamnya, akhirnya transaksi derivatif tidak diatur dalam peraturan pemerintah Amerika.

Transaksi derivatif yang paling banyak dan tinggi pertumbuhannya adalah terkait subprime mortgage securities dan CDO (Collateralized Debt Obligation). Kalau dahulu, jika seseorang ingin meminjam uang untuk KPR, maka pemberi pinjaman (Lender) tentunya akan melakukan analisis mendalam karena terkait default risk. Pada akhirnya hanya debitur yang layaklah yang akan mendapat pinjaman.

         

Namun dengan perkembangan transaksi ekonomi yang semakin kompleks dengan adanya kemajuan transaksi derivatif, transaksi inimulai mengikuti trend baru. Lender dapat menjual hipotiknya ke Investment Bank. Kemudian Investment Bank akan menggabungkan ribuan hipotik dari Lender beserta aset-aset lain untuk dijadikan jaminan baru. Jaminan baru ini digunakan Investment Bank untuk mengeluarkan obligasi yang disebut CDO (Collateralized Debt Obligation) ke Investor. Dengan demikian, secara tidak langsung sebenarnya Investor mendapat uang dari Home Buyer. Untuk meyakinkan Investor, Investment Banking membayar agen pemeringkat untuk menilai dan mengevaluasi credit rating CDO-nya adalah AAA.   

Dengan skema baru tersebut, Lender memindahkan resikonya ke Investment Bank dan meindahkannya lagi ke Investor sehingga Lender memiliki kecenderungan untuk terus memberikan pinjaman yang beresiko tinggi (subprime) karena mendapat keuntungan yang lebih besar dan resikonya dapat dipindahkan. Investment Bank juga terus meningkatkan CDO nya karena mendapat return tinggi dan tentunya agen pemeringkat juga mendapat keuntungan dari Investment Bank. Dengan skema ini, pinjaman hipotik mengalami pertumbuhan signifikan sampai empat kali lipat.

2.    The Bubble (2001-2007) 

Skema baru tersebut membentuk suatu gelembung keuangan yang besar karena asetnya memang bersifat nyata, yaitu rumah. Sampai dengan tahun 2007 harga rumah meningkat sampai dua kali lipat karena banyaknya demand, denmikian juga dengan subprime mortgage meningkat dari 30 milyar menjadi 600 milyar dalam 10 tahun terakhir.

Peningkatan transaksi tersebut tentunya semakin meningkatkan resiko keuangan. Beberapa pihak sudah mengingatkan Allan Greenspan, Chief FED namun dia tetap tidak merubah pendapatnya untuk mengatur transaksi tersebut karena menghasilkan keuntungan berlipa dan SEC juha tidak melakukan investigasi. Investment Bank semakin banyak membeli pinjaman untuk membuat CDO. Bahkan peraturan rasio leverage dinaikkan dari 3:1 menjadi 33:1 melalui lobi-lobi Investment Bank ke SEC.

Transaksi derivatif bentuk lainnya berupa jual beli pertukaran kredit dilakukan oleh AIG yang dinamakan CDS (Credit Default Swap) dan tidak diatur pemerintah. Investor yang memiliki CDO membeli pertukaran kredit ke AIG dengan membayar premi yang cukup besar. Namun jika CDO tersebut menjadi buruk, maka AIG akan membayar kerugiannya. Selain itu banyak spekulan yang juga membeli pertukaran kredit ke AIG dari CDO yang tidak dimiliknya. Hal ini karena CDO mendapat peringkat AAA dari beberapa agen pemeringkat di US.

Kalau dahulu, seseorang mengasuransikan rumah miliknya sendiri, sekarang dengan transaksi derivatif banyak orang yang mengasuransikan rumah seseorang. Akibatnya, jika rumah tersebut terbakar, keruagian yang terjadi menjadi jauh lebih besar karena banyak orang terlibat.

Goldman Sach, salah satu Investment Bank terbesar pula, sudah menyadari lebih awal akan CDO yang high risk dan “junk”. Oleh sebab itu pada tahun 2006, Goldman Sach menjual CDO-nya ke pihak lain dan investor lain yang mayoritas adalah dana pension sebagai “safe” investment karena mendapat peringkat AAA. Kemudian CDO membeli pertukaran kredit ke AIG senilai 22 milyar untuk bertaruh dengan CDO yang tidak dimilikinya. Namun jika CDO buruk, maka AIG harus membayar kerugiannya. Karena merasa AIG juga akan mengalami kesulitan, akhirnya Goldman Sach mengasuransikan dirinya dengan membayar premi USD 150 juta ke AIG.

Begitu menguntungkannya transaksi ini, AIG memberanikan diri membayar bonus besar kepada pegawainya atas keuntungan jangka pendek yang diterimanya. Tujuannya agar memberikan insentif untuk terus mencari dan melakukan transaksi derivatif lebih banyak.

3.    The Crisis 

Melihat semakin meningkatnya resiko keuangan yang dijelaskan diatas, banyak sekali peringatan yang dilontarkan ke pemerintah termasuk FBI seperti inflasi yang terus meningkat, banyaknya dokumen pinjaman palsu dan sebagainya.

Akhirnya tahun 2007-2008 penyitaan rumah meningkat sangat tajam. Akibatnya Lender tidak bisa menjual pinjamannya ke Investment Banks. Pasar CDO mengalami kehancuran karena pinjaman, CDO dan real estate tidak bisa dijual.
Tahun 2008, Bear Stearns, salah satu Investment Bank terbesar, kehabisan uang dan dibeli oleh JP Morgan Chase. Fannie Mae & Freddie Mac, perusahaan peminjaman uang raksasa juga diambil alih pemerintah. Merrill Lynch mengalami kegagalan dan dibeli oleh Bank of America. Lehman Brother mengumumkan pailit. Kehancuran Investment Bank tersebut mempengaruhi pasar lain seperti commercial paper yang diperlukan oleh banyak perusahaan untuk membayar pengeluaran seperti gaji. Akibatnya bisnis terhenti. AIG juga hampir mengalami pailit, namun diambil alih oleh pemerintah dengan bantuan USD 700 miliar dan AIG membayar Goldman Sach sebesar USD 61 miliar atas transaksi sesuai perjanjian kedua pihak.

Dampak krisis di US ini merembet dan membesar sampai tingkat global. Tingkat pengangguran di US dan Eropa meningkat 10%, masyarakat membatasi konsumsi mereka dan akhirnya supply mengalami penurunan sehingga banyak PHK dan Negara-negara yang melakukan ekspor ke US juga terkena dampaknya.

4.    The Accountability

Krisis ekonomi global membuat masyarakat dan Negara mengalami banyak kerugian, Namun hal tersebut sepertinya tidak terlalu berdampak pada pemimpin dan petinggi Investment Bank atau petinggi lain yang terkait. Hal ini dikarenakan mereka sudah mendapatkan bonus yang sangat besar sebelum terjadi krisi. Bonus tersebut diberikan untuk merangsang pembuatan transaksi derivatif yang menguntungkan. Sehingga ketika terjadi pailit, harta mereka masih tetap aman dan tanpa ada tuntutan hukum yang berarti. Selain itu, beberapa CEO tetap dipertahankan untuk menjadi konsultan.

Selain itu juga terjadi conflict of interest di kalangan akademisi ilmu ekonomi. Banyak akademisi dan professor yang turut andil dan menjadi bagian dalam deregulasi dan penentuan kebijakan. Banyak akademisi yang dibayar mahal oleh Investment Bank untuk menceritakan kisah-kisah baik khususnya transaksi derivatif dan securitization food chain sehingga kedua pihak mendapat keuntungan yang sangat besar. Selain itu mereka juga digunakan untuk menjadi konsultan di beberapa institusi keuangan.

5.    Where Are We Now

Peningkatan industri keuangan membuat perubahan besar di US. Masyarakat menjadi tidak seimbang. Setelah krisis, banyak pekerja US yang dipecat karena perusahaan lebih memilih pekerja dari luar US yang lebih murah seperti China.

Namun teknologi semakin berkembang pesat di US sehingga membutuhkan tenaga berpendidikan tinggi. Tetapi sayangnya, pendidikan di US sangat mahal dan pemerintah mengurangi subsidinya sehingga supply tenaga kerja di industri teknologi juga tidak banyak. Pajak juga dikurangi sehingga penerimaan negara juga berkurang. Pada akhirnya hanya orang-orang yang sangat kaya yang diuntungkan (sekitar 1% orang kaya) sementara kelas menengah semakin tertinggal.

Obama sebelum terpilih menjadi presiden terus melakukan kritik kepada Wall Street atas ketamakannya. Namun ketika menjadi presiden, kebijakan yang diambilnya cenderung tidak merubah signifikan atas pola kerja dari Wall Street. Masih banyak kasus-kasus saat krisis ekonomi tidak diusut tuntas  dan bahkan banyak penasehat dan jabatan penting masih dikuasai oleh orang lama yang terlibat dalam krisis ekonomi tahun 2008. Dan mereka selalu berdalih bahwa krisis tersebut tidak akan terulang kembali.

Kesimpulan

Krisis ekonomi global yang terjadi tahun 2008 disebabkan adanya transaksi derivatif berkaitan dengan securitization food chain. Ketamakan beberapa pihak untuk mengambil keuntungan berlebih dengan melakukan segala cara seperti melobi dan membayar sejumlah uang untuk mendukung transaksinya. Peningkatan besar industri keuangan saat ini justru mengabaikan masyarakat, merusak sistem politik yang pada akhirnya menuju kehancuran ekonomi.

Minggu, 05 Juni 2011

Chuka Wakame

Kisah nyata ini terjadi kurang lebih setahun yang lalu namun baru gw tulis sekarang karena baru memiliki blog pribadi.ahahhahhaa......Ceritaku ini sudah pernah dipinjam dan ditulis oleh sahabat gw, Dita, di blog-nya.  Tetapi gw mau tulis ulang karena sbenarnya itu kan pengalaman hidup gw sendiri.hehehhee......*eniwey, dia juga punya banyak cerita2 lucu lho...kalau mau baca, silahkan liat saja. Gw udah follow dia kokJ*
Entah mengapa saat itu gw dan temen kampus S1 ku, sebut saja si A, ngidam sushi banget. Langsung saja kita berdua meluncur ke MKG karena itu adalah mall terdekat dari rumah kita. Sampai disana, dengan bar-bar nya kita langsung memesan apa saja yang terlihat di menu tanpa memikirkan kalau ternyata kita sudah pesan hampir 12 macam sushi di ronde pertama. ahahhahahaha....
Satu menu favorit gw yang selalu tidak pernah ketinggalan adalah Chuka Wakame, sejenis rumput laut yang bentuknya kaya mie...*gak kebayang yah? Googling sendiri aje yah.hihiii...*. Emang dasar lagi ngidam bgt, sifat bar-bar gw muncul lagi saat itu. Langsung saja gw memanggil pelayan (P) untuk memesan ulang menu favorit gw itu plus yang lain2nya lagi sebagai ronde 2 (ronde pertama aja blm habis.hahhahaha....)
E : “Mba, saya mau pesen lagi chuka wakamenya yah”
P : “Hmm, mau yang....”
Belum selesai si pelayan ngomong tiba2 langsung gw potong,
E : “Ng....yang di piring yah  mba “
P : “Iya, semua makanan disini disajikan diatas piring kok J
GUBRAAAKKKK...........
Hadoh, malunya gw L. Maksud mba-nya itu mau menawarkan chuka wakame yang disajikan diatas serutan lobak atau disajikan seperti sushi lainnya diatas nasi. Dan maksud gw juga, maunya pesen yg diatas serutan lobak. Hahahahhaa.......Kecepatan mulut, otak dan gerakan gw memang sering gak seimbang.hehhe..
Pesan Moral:
Kalo ngomong sebaiknya dipikir dulu sejenak, jangan kaya gw yah.hihiihihhi

Kamis, 02 Juni 2011

Tragedi 1 Juni 2011

Selayaknya divisi accounting dimanapun, setiap awal bulan mereka memasuki masa-masa kritis dalam hidupnya untuk closing bulanan. Namun sepertinya kalender awal bulan Juni 2011 ini agak kurang bersahabat karena terpotong hari libur dan cuti bersama, sementara tanggal  4 adalah deadline report yang banyak. (sepertinya saya tidak perlu menjelaskan report2 apa saja yang kami kerjakan, hahahhaa)
Dengan pekerjaan seperti itu dan memasuki awal bulan tentunya menjadi semangat baru untuk memulai aktifitas, harapan dan rencana yang baru. Nah, bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila *halah-halah  lebay-nya..hahahha....*, siang harinya seorang teman kampus mengusulkan untuk dinner bersama. Dengan menggebu-gebu, saya langsung terpikir untuk merayakannya di Fish n Co, Pasific Place (PP) karena saya sendiri juga ngidam. hihiihih......
Sempat terpikir olehku, “bisa tidak yah? Ini kan sedang closing”.  Tapi sampai jam 3 sore tidak ada tanda2 data yang masuk untuk dikerjakan (bahkan sampai sudah mau pulang pun tidak ada tanda-tanda untuk lembur). Dan memang biasanya  kami baru mulai sibuk di tanggal 2. Selain itu cuti bersama kali ini kita memang akan lembur. So, sepertinya memang bisa untuk dinner bersama. Akhirnya kami janjian bertemu di PP jam 6 sore.
Dasar emang gak bisa liat orang seneng, tiba2 ada data masuk jam  16.15 sore. Dengan cepat-cepat saya berhasil mengerjakan data tersebut. Memang gak sempurna sih, tapi itu disebabkan error system. Tapi its ok, karena sistemnnya sampe sekarang masih gak bisa dibenerin. Horeee...jam menunjukkan pukul 17.15 dan its time to go J. Hihiihihih.......Sayapun langsung membereskan tas dan laptop.  
Tiba-tiba ada suara dari You Know Who (YKW) : “Win, gak ikutan closing? Lu tega ninggalin temen-temen u?”. Haah? Gangguan apaan lagi ini pikirku. Dengan santainya gw menjawab, “Lho, emangnya lembur? Bukannya Jumat kita juga lembur kan?”. Balasnya, “Jumat lembur, hari ini juga lembur. Kita lagi ada masalah ini. Bisalah di-cancel janjiannya”. Dalam hati gw berpikir, apa yang bisa gw kerjakan lagi? Data-data juga belum ada yang masuk. Sebelumnya gw juga bertanya ke dua temanku, apakah ada kerjaan yang urgent dan bisa gw bantu, ternyata juga tidak. Rasanya tidak efektif banget kalau gw harus sampe lembur. Apalagi bertepatan dengan hari lahirnya Pancasaila, rasanya tidak etis kalau lembur, kesannya tidak menghargai banget. *sok cari pembenaran*. Hahhahaa....Lagian kalo dipikir2, gw sih tega2 aja, secara mereka berdua jauh lebih jago daripada gw J. wkwkkwkw....
Sore itu gw bener2 bete deh....Padahal gw yang paling menggebu2 untuk dinner, eh malah gw yang gak bisa pergi. Terlebih lagi dinnernya adalah favoriteku, Fish n Co. Hahhahaa......Ya sudahlah dengan terpaksa dan gak enak juga akhirnya gw stay di kantor berharap bisa selesai dengan cepet. At least jam 8 malam selesai, gw masih bisa ketemuan. Teman-teman yang tadinya baik tiba2 berubah menjadi setan2 kecil yang mengejek dan menggodaku. Ada yang mengirim foto-foto makanan dan eskrim Hagendaz (sementara gw dikantor cuma makan eskrim coklat sunday McD,encer pula lagi,dan sisa-sisa kentang goreng dari temen-temen. huhuhuhuh....), ada yang sudah menolak lagi kehadiran gw dan bahkan akan mem-blok gw baru kelar jam 21.30 dan sudah ditinggal. Dasaaarrrr kalian. Senin besok kalau ketemu awas aja yah.hahhahha.....   
Dan untung saja selama 4,5 jam lembur ada beberapa data yang masuk lagi sehingga ada juga yg bisa dikerjain. Dan rupanya aku juga baru tahu, rupanya spirit dari YKW adalah kebersamaan dan solidaritas (khususnya untuk lembur bersama.hahhahahaa...cape deeeehhhh) sehingga tidak membolehkan gw kabur.hehehhee....Karena gw orangnya memang agak cuek, untung betenya hanya sebentaran saja. Tapi gw tetep sebel karena lagi ngidam banget pengen makan Fish n Co dan untungnya hari ini tertutupi dengan makan dimsum all u can eat.
For Your Information, di restoran The Sands, Mangga Dua Square ada dimsum all u can eat dengan 60 jenis makanan hanya  IDR 40.000 ++ (Kalau plus minuman dan tax, menjadi sekitar IDR 60.000 saja per orang, murah kan J). Tapi hanya berlaku dari Senin-Sabtu jam 11.00 – 14.30 dan Minggu 08.00-14.30. --> Ini termasuk price discrimination based on time, bener kan yah? Hihihihih.....
Pesan moral:
1.    Ternyata masih ada yang jauh lebih baik dari Sistem Produksi LEAN (yang mengagungkan efektifitas dan efisiensi) yaitu SOLIDARITAS yang selama ini mungkin gw kurang peka. *Thanks sudah mengingatkan kembali*
2.    Pikirkan kembali, apakah yakin anda atau anak anda nanti masih mau mengambil jurusan akuntansi? Karena kerjaannya kebanyakan lembur dan dadakan pula. Ahahahahhaa.....
3.    Mengapa pilih Fish n Co? Selain karena enak, sekarang ini lagi ada promo buy one get one dengan kartu kredit Mandiri lho. So, kalau jumlah kalian ganjil, jangan segan2 ajak gw.hehehhee.....
4.    Teman2 kampusku belum memiliki kesempatan untuk bertemu gw. So, kalau ada makan2 ajak gw lagi yah.hehehhee

Selasa, 31 Mei 2011

Sentuhan Bubuk Coklat.....

Oktober 2010 merupakan salah satu bulan yang paling tidak kusukai selain Januari dan Februari karena saat-saat itu selalu diganggu oleh auditor. (aduh, waktu gw sendiri jadi auditor kayanya juga dikutuk terus sama klien, huhuhuhu....).  Nah, dibulan itu biasanya selalu ada kegiatan rekonsiliasi di Lembang.
Saat itu kira2 menunjukkan pukul 6 sore, aku bersama Yogi (salah satu teman kantor) turun ke Bandung untuk meeting khusus dengan salah seorang tamu dari induk perusahaan di sebuah kafe yang aku sendiri sudah lupa namanya. Kafe tersebut memang dibuat bernuansa remang2 dengan sofa, furniture dan lampu bernuansa coklat.
Setelah jamuan makan malam, barulah kami bertiga memulai meeting di sofa. Baru juga duduk, Yogi langsung menawarkan dessert tiramisu. Awalnya aku menolak karena kekenyangan (eh, ini gw beneran kenyang lho, wkwkwkwkw.....*tumben*), tetapi karena dipaksa terus, akhirnya aku mengalah juga. Namun kami hanya memesan dua gelas saja karena aku dan Yogi akan saling share.
Singkat cerita, tiramisu itu datang ke meja. Dan sepengelihatan aku, waiter-nya juga turut membawa semacam botol kecil yang kukira adalah botol bubuk. Meeting berjalan lancar, sementara aku tidak konsentrasi karena melihat tiramisu yang begitu menggoda. Hahahhahaha.....Akhirnya aku memberanikan diri untuk mengambilnya sementara mereka asik berbincang-bincang. (yang sebenarnya keasikan itu aku atau mereka yah?? Hehheeh....)
Entah mengapa, tiba2 aku melihat botol bubuk itu dan langsung berpikir untuk menaburnya diatas tiramisu. “ Hmmm....kayanya enak nih tiramisu pake bubuk coklat....”. Langsung saja aku menyambar bubuk tersebut dan menaburnya diatas tiramisu. Agak susah keluar, tapi dengan semangat aku terus menaburnya. “Kelihatannya enak nih...tapi kok warnanya agak berkristal2 putih yah? (maklum saat itu memang lampunya remang2). Ah sudahlah, yg penting enak”. Begitu kumakan, rasanya agak sedikit berbeda dari tiramisu yang biasa kumakan. Karena merasa masih kurang, aku tambah lagi yang banyak bubuk tersebut. *sibuk banget yah saya sampe bener2 tidak memperhatikan meeting yang sesungguhnya*.
Namun rasanya bubuk itu makin kuat sehingga rasa tiramisunya menjadi kurang berasa. Aku makan sampai separuh gelas, lalu kemudian baru mulai mengikuti meetingnya. Saya baru mau mulai konsentrasi, Yogi malah menawarkan tamu untuk segera makan tiramisu. *makan lagi deh...bukan salah saya lho...yg ajak makan lagi kan si Yogi.hihihihi....*.
Baru 2 sendok Yogi makan, tiba2 dia berkata,
Yogi (Y) : “Win, ini beneran tiramisu? Kok rasanya aneh bgt..asin.....”
Aku (E) : “Masa? Hmm..iya sih....padahal tadi gw udah tambahin bubuk coklat yang banyak lho”
Y : “Bubuk coklat?? Mana?”
E : “Itu dimeja...”
Beberapa saat kemudian, Yogi langusung batuk2 keras sambil marah tapi setengah tertawa....
Y : “Win...GILA lu yah!!! Itukan bubuk GARAM!!!! Masa u bilang coklat!!! Wah parah bgt u!!”
E : *terbengong.......ha???!!!*
Y : “Ya pantesan aja jadi asin. Gimana sih lu....hhahahahahahaahah.....”
Yogi dan tamu dari induk perusahaan tertawa terbahak-bahak tiada henti. Sementara mukaku langung merah. *malunya aku karena ada tamu itu*
E : “ Aduh maaf, abisnya suasananya remang2 gini sih...Makanya semua jadi terlihat serba coklat. Lagian kayanya waiter-nya yang bawain itu bubuk sambil mengantar tiramisu”
Y : “ Kagak...bubuknya udah dari tadi di meja....Lagian mana ada sih makan tiramisu dipakein bubuk saat mau makan.hahahaha....”
E : “ oh tadi perasaan waiternya bawa itu bubuk kok....apa pikiran gw aja yang lagi melayang.hahhahhaa....”
Alhasil, akhirnya tiramisu itu tidak dimakan oleh Yogi. Sementara meeting dilanjutkan, aku masih tetap tertawa sendiri...Mengapa aku bisa begitu bodoh dan ceroboh....Atau karena aku memang ngidam coklat sampe segitunya, aku juga tidak tau...Akhirnya aku hampir sama sekali tidak bisa mengikuti meeting itu.
Pesan Moral:
1.    Kalau mau meeting sebaiknya jangan di tempat remang-remang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan....hehhehehe.....
2.    Bereksperimen makanan ada batasnya…..

Senin, 30 Mei 2011

Introduce My Self

Halo / Hi / привет / Hola .....

Namaku Edwin Yonathan/Male/25. Panggil saja Edwin. Saat ini aku bekerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan grup Telekomunikasi terbesar di Indonesia. Pernah juga bekerja sebagai auditor. Saya sekarang sedang mengambil Master Finance di MM-UI Salemba. Aku chinese-indonesia (manado) dan sekarang tinggal di Sunter bersama nyokap dan adikku.

Hmm...apa yah...ini blog pertamaku lho, selamaaattt..hehehehee...Sebenarnya udah lama sih pengen buat blog sendiri. Tapi selalu kelupaan dan gak sempet. Udah lama banget gak pernah liat blog2 orang, semalem aku baru membaca lagi sebuah blog dari salah satu temanku di kampus MMUI, Adindha A. dan tiba2 entah mengapa hatiku tergerak lagi untuk membuat blog.

Disela-sela pekerjaan (duh..mudah2an bos gw gak baca de, wkwkwkwkw.....) aku iseng2 buat blog ini. Sebenarnya tujuan buat blog ini aku buat ya memang pengen sharing-sharing pengalaman aja sih, cerita2 lucu, pekerjaan, curhat, dll. Tujuan utama adalah ingin mengembangkan kemampuan menulisku yang kayanya tergolong dibawah rata2, hahahhaha....(maklum, dari dulu pelajaran Bahasaku selalu agak kurang). Ya mudah2an dengan sering2 menulis blog ini, juga membuat aku semakin rajin menulis (sehingga kalau disuruh buat paper, makalah atau thesis jadi makin lancar.ahahhahah...*jangka pendek banget yah*)

Apalagi yah yg mau kucerita? hmmm...oh iya, mungkin kalian bertanya2, title namaku kok ada embel-embel huruf gak jelas gitu sih? Mungkin ada yang mau tebak? hehhhee.....Ya..itu adalah tulisan dalam bahasa Rusia yang artinya Edwin Yonathan...(jiaaah...cape dehh....). Belakangan ini aku memang tertarik sama bahasa Rusia. Udah sekitar 5 bulan aku belajar sendiri di rumah iseng2, tapi tetep aja kemajuannya gak banyak. Aku suka tulisan Rusia karena hurufnya unik, kaya simbol2 fisika (kebetulan aku pecinta Fisika, hehhehee...). Jadi maaf2 aja yah, kalo di blog ini aku ada share2 tentang Rusia, hahahaha.....Tidak hanya itu, baru2 ini aku juga kenal2an dengan beberapa orang Amerika Latin, dan tau apa? Akhirnya baru seminggu ini aku iseng2 juga belajar bahasa Spanyol. wkwkwkwkw.....Yah itulah gw, seneng hal2 yang baru..tapi gak tau deh akan terus berjalan atau tidak, mengingat kesibukanku yg sangat luar biasa. Huft...
*lagian norak amat, bahasa inggris aja juga belum becus,hahahha.....ngakunya ada turunan chinese, tapi bahasa mandarin juga cuma tau gope, cepe doang. huhuhuuhhu*

Yah, kira2 segitu dulu aja deh...maklum, buatnya setengah jam makan siang dan jam kerja. Next time aku coba tulis lagi hal2 baru, pengalaman dan curhat2 tentunya. Mohon masukan dan bimbingannya untuk menjadi penulis or bloger yang baik :)..Lanjut kerja dulu yah..

Dadah / Bye-bye / до свидания

Regards,

Edwin Yonathan (EY)